Nov 3 2010

Disiplin Pengurusan Diri

Tidak ada perkara yang lebih penting dalam pengurusan diri dibandingkan dengan disiplin diri. Selain pentingnya untuk menemukan arah dan tujuan hidup yang jelas, disiplin juga merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian kita atau melaksanakan misi hidup kita. Kita harus disiplin dalam mengembangkan diri kita (lifetime improvements) dalam segala aspek, kita harus disiplin dalam mengelola waktu dan wang kita, kita harus disiplin dalam melatih ketrampilan kita dalam setiap bidang yang kita pilih. Kita seharusnya banyak belajar daripada orang-orang yang luarbiasa dalam sejarah umat manusia.

”In reading the lives of great men, I found that the first victory they won was over themselves…Self-discipline with all of them come first.” – HARRY S. TRUMAN

Semua orang kagum pada Mark Spitz, bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Waktu itu ia berjaya memperoleh tujuh pingat emas serta memecahkan tujuh rekod dunia baru dalam olahraga renang. Adakah rahsia di sebalik kejayaannya? Ketika ditanya tentang rahsia kejayaannya, Mark Spitz mengatakan, ”We all love to win, but how many people love to train?” – Kita semua menyukai kemenangan, tetapi tidak ramai dari kita yang menyukai latihan dengan penuh disiplin.

Semua orang melihat Mark Spitz menerima pingat emas dengan penuh kagum. Namun, adakah yang memperhatikan bagaimana Mark Spitz harus melalui disiplin dalam latihan sejak pagi, siang, petang, sehingga malam hari. Ternyata untuk mencapai prestasi tersebut Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, malahan tahun demi tahun. Ia telah membayar terlebih dulu harga kejayaannya.

Kita semua juga ingin memperoleh banyak kejayaan dalam kehidupan kita. Tetapi mahukah kita membayar terlebih dulu kejayaan yang kita idam-idamkan itu? Kerana untuk meraih kejayaan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan, sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, seorang falsafah besar sepanjang zaman, bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang (disiplin).

Jadi, keunggulan bukanlah sebuah tindakan melainkan sebuah kebiasaan. Tidak ada cara lain untuk membangun sebuah kebiasaan kecuali melakukan sebuah tindakan secara terus-menerus berulang-ulang dengan disiplin. Melalui disiplin kita dapat mengembangkan potensi dahsyat yang ada dalam diri kita. Kita harus menerapkan dan mempraktikkannya setiap masa dalam waktu 30 hari ke 40 hari bagi mewujudkan kebiasaan dalam diri kita. Meskipun kadang-kadang perubahan atau manfaat dapat kita rasakan setelah beberapa hari mempraktikkannya, kita boleh memperoleh hasil yang lebih dahsyat setelah kita berjaya menjalankannya selama 90 hari. Setelah itu, kita boleh merasakan manfaatnya yang sebenar

Menurut John Maxwell, penulis buku Developing The Leader Within You, ada empat perkara yang harus kita perhatikan untuk melakukan pengembangan diri secara disiplin sehingga dapat membangkitkan potensi dahsyat yang kita miliki. Empat perkara tersebut adalah:-

1.  start with yourself ( mulakan dari diri sendiri )

2.  start early ( mulakan segera )

3.  start small ( mulakan sedikit demi sedikit )

4.  start now  (lakukan sekarang )

Disiplin dalam pengembangan diri harus dimulai dari diri kita sendiri. Ini bererti kita tidak boleh menyuruh orang lain melakukan latihan untuk kejayaan kita. Contohnya :- untuk memperoleh pingat emas olimpik, Mark Spitz sendirilah yang harus berlatih – dia tidak boleh membayar orang lain untuk berlatih baginya.

Disiplin harus dimulai lebih awal. Ini bererti kita harus segera memulai sesuatu kebiasaan baru tanpa menunggu keadaan menjadi sempurna. Kita boleh memulai latihan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah lakukan langkah pertama kita!
Disiplin adalah syarat mutlak bagi setiap kita yang akan membangun sebuah kebiasaan baru. Setiap manusia baru akan memiliki sebuah kebiasaan baru.

Layari http://www.pustakatimur.com untuk ketahui Rahsia Di Sebalik 8 Huruf Disiplin….

LEAVE A COMMENT

Subscribe Form

Subscribe to Blog